Senin, 29 September 2014

#JakartaReposeProject (Informan 6)

Pria yang akrab di panggil Jarwo ini mengatakan bahwa leisure time ialah waktu bebas dari tugas kuliah. Hampir setiap hari ia memiliki leisure time, walau jangka waktunya tidak begitu panjang karena banyaknya tugas kuliah. 

            Biasanya setelah pulang kuliah bila tidak ada tugas, ia habiskan waktu luangnya untuk mengobrol,bercanda tawa, dan sedikit curhat mengenai hidup bersama teman-temannya di tempat tongkrongan favoritenya. Tongkrongan favoritenya berada di daerah rempoa, bukan cafĂ© atau tempat yang mewah. Hanya warung kecil, tetapi tempat nongkrong itu sudah menjadi tempat favoritenya dan teman-teman sejak SMA, karena Jarwo dan teman-temannya sudah menjadi pelanggan tetapi di warung tersebut mereka suka mendapatkan makanan gratis dari sang pemilik warung. Mereka memberi nama warung tersebut dengan sebutan warung flamboyan karena terdapat di jalan flamboyan. Teman-teman nongkrong di warung terserbut tidak dari SMA dan kampus yang sama, jadi selain bercanda dan mengobrol, Jarwo menjadikan tempat tersebut untuk mengumpulkan link pekerjaan.

            Mereka sempat beberapa kali untuk berfikir membangun bisnis bersama, bulan puasa kemarin kata Jarwo mereka sudah mau berjualan es kelapa untuk berbuka puasa tetapi apa daya mereka tidak memiliki modal yang cukup. Walau beberapa kali sempat gagal untuk berbisnis bersama, tetapi mereka tidak pernah gagal untuk berlibur bersama. Akhir-akhir ini memang sedang hits yang namanya hiking, banyak segerombolan anak muda yang menghabiskan liburannya dengan mendaki gunung bersama-sama lalu di mengunduhnya ke akun sosial medianya. Hal ini menyebabkan Jarwo tertantang untuk mencoba bagaimana rasanya asik naik gunung. Jarwo mengajak teman-teman satu tongkrongannya untuk naik gunung dan mereka semua setuju.


            
Liburan Agustus kemarin Jarwo baru saja mendaki Gunung Cikuray didaerah Garut. Jarwo
Pemandangan Awan di Gunung Cikuray
mengatakan walaupun lelah tetapi sesampainya diatas, semua lelahnya terbayar sudah, awan-awan yang terlihat dari Gunung Cikuray sangat indah. Memang Gunung Cikuray terkenal dengan awan-awannya yang sangat memukau. Jarwo juga mengatakan bahwa liburan naik gunung itu murah, hanya menghabiskan uang 300.000 ribu saja sudah mendapat makan, transportasi dan lain-lain. Selain Gunung Cikuray, Jarwo juga sudah berhasil menaklukan dua gunung lainnya yaitu Gunung Dieng dan Gunung Merapi Purba yang berada di Jogja. Menurutnya, menghabiskan waktu luang di alam memberikan sensasi yang berbeda yang tidak bisa didapatkan di Jakarta. Dengan mendaki gunung, Jarwo lebih merasa hebat dan puas karena berhasil menaklukan gunung-gunung tinggi. Selain itu, Jarwo jadi memiliki cerita ke teman-temannya untuk berbagi pengalaman dan bila ditanya apakah pernah menaklukan gunung ini dia menjawab iya pernah. Untuk perjalanan jauh seperti ke jogja dan dieng, Jarwo lebih memilih transportasi darat daripada harus menggunakan transportasi udara, karena murah dan menurutnya naik mobil itu jadi bisa tau bagaimana keadaan daerah-daerah yang ada di Indonesia dan bisa mampir kemana-mana. “Ibaratnya tuh sekali mendayung satu tiga pulau terlampaui” katanya.
Gunung Dieng

Gunung Merapi Purba


            Sebenarnya Jarwo menyukai naik gunung baru-baru ini, semenjak ia putus dari pacar terakhirnya. Menurutnya naik gunung ialah cara ampuh untuk menghilangkan galau dan menjadikan dirinya jadi cepat move on. “Gatau enak aja gitu enak, jadi ga galau lagi. Pokoknya gue cinta alam karena alam ga bakalan nyakitin gue ga kayak cewe” Katanya sambil tertawa.

            Aktivitas yang ia tidak sukai di waktu luang ialah ketika waktu luangnya terganggu oleh tugas kuliah sehingga, waktu luangnya habis dengan mengerjakan tugas saja.



Kemacetan Karena Jembatan Comal Ambruk
            Walau Jarwo lebih memilih berpergian jauh menggunakan mobil daripada pesawat, Jarwo mempunyai pengalaman buruk yaitu ketika ia dan teman-temannya ingin mendaki gunung ke daerah Jogja dan Dieng, mereka pergi melalui jalur utara dan ketika itu jembatan comal sedang rubuh jadi harus gantian dan mengakibatkan macet yang cukup parah. Ketika itu Jarwo dan teman-temannya sangat kelaparan, maka ia sembari menunggu kemacetan mampir makan di warung-warung makan yang tersedia dipinggir jalan. Mereka asal memilih yang penting perut kenyang, ternyata ketika ia makan semua makanannya terasa tidak enak, benar-benar sudah tidak layak dimakan. Nasinya sangat keras, ayamnya juga kecil dan keras seperti batu kata Jarwo dengan nada yang kesal. Sampai sekarang kalau diingat-ingat lagi ia masih suka merasa kesal dan ia bersumpah tak mau lagi makan di tempat makan itu.

            Selain pengalaman buruk, Jarwo memiliki pengalaman yang tidak terlupakan ketika naik gunung. Waktu itu ketika ia naik gunung di Jogja, karena sudah malam jadi ia dan teman-temannya harus menginap ditenda. Ketika itu, salah satu temannya ada yang mengigau berteriak “TOLONG TOLONG TOLONG” lalu Jarwo terbangun karena saat itu Jarwo kebetulan tidur satu tenda dengan temannya, ia menanyakan ada apa, eh ternyata temannya malah tidur lagi. Jarwo menceritakan cerita ini dengan antusias sambil tertawa terbahak-bahak. Bukan hanya Jarwo saja ternyata yang kaget mendengar suara temannya mengigau, orang-orang yang ada di tenda lain langsung menghampiri tenda Jarwo takut terjadi apa-apa seperti hewan buas atau lainnya.
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar