Helen ialah seorang ibu
dari dua orang anak. Sehari-harinya ia beraktivitas sebagai pengacara
(pengangguran banyak acara). Setiap kali ditanyakan apa pekerjaannya oleh
orang-orang ia selalu mengatakan seorang pengacara karena menurutnya menjawab
ibu rumah tangga sudah terlalu biasa. Ternyata menurut Helen menjadi ibu rumah
tangga tidak begitu banyak waktu luang yang tersedia, hari-harinya penuh dengan
pekerjaan rumah tangga karena sekarang ia tidak memakai jasa asisten rumah
tangga yang mengakibatkan seluruh pekerjaan rumah tangga menjadi seluruh
tanggung jawabnya. Menurutnya waktu
luang ialah waktu dimana ia bisa santai-santai terlepas dari pekerjaan rumah
tangga.
Setiap harinya Helen mempunyai waktu luang yang
berbeda-beda, karena pekerjaan rumah tangga itu tidak bisa di prediksikan. Kalau
ada waktu luang Helen lebih sering menggunakannya untuk pergi bersama
teman-temannya. Helen menceritakan, ia lebih sering pergi bersama
teman-temannya yang datang dari luar kota dan lagi berkunjung ke Jakarta untuk
shopping dan mengajak Helen sebagai tour
guide. Sebagai tour guide ia
mengajak teman-temannya untuk shopping ke Thamrin City atau Tanah Abang, ia
memilih dua tempat tersebut karena barang yang dijual disana kualitasnya dan
modelnya sama saja seperti di Mal lagipula harganya jauh lebih murah
dibandingkan Mal, jadi ia ingin membuat teman-temannya untuk balik lagi ke
Jakarta untuk berbelanja dan tidak kapok menghabiskan uang di Jakarta. Helen
mencari barang-barang yang sedang hits sekarang melalui google, dulu ia sangat gaptek menggunakan internet. Helen
mengatakan dulu ia kalau ingin mencari google
malah menulisnya di youtube jadi
tidak keluar apa-apa malah video,
tetapi sekarang ia sudah canggih menggunakan internet.
![]() |
| Tanah Abang |
![]() |
| Thamrin City |
Bila
sedang sendiri tak ada teman yang datang ke Jakarta, tak memungkiri untuk pergi
sendiri, kerika sendiri ia lebih sering pergi ke Tanah Abang. Bisa hanya sekedar
untuk makan sate padang mak syukur di food
court Tanah Abang. Walaupun sate padang mak syukur ada dimana-dimana tetapi
ia tetap memilih di Tanah Abang karena sebelum atau setelah makan ia bisa cuci
mata melihat barang-barang yang menurutnya bagus.
Di akhir pekan ibu dari dua anak ini lebih banyak
menghabiskan waktu bersama keluarga, Biasanya mereka pergi ke Mal hanya sekedar
untuk makan saja karena suaminya tidak suka jalan-jalan lebih suka berdiam diri
dirumah. Terkadang Helen dan anak-anaknya pergi bertiga saja tanpa suaminya ke
PIM. Sebenarnya ia ingin sekali menghabiskan akhir pekannya dengan pergi
ketempat-tempat selain Mal seperti kota tua, museum yang terdapat di Jakarta,
dan Monas tetapi karena anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan lebih suka
berbelanja dan menghabiskan waktu di Mal.
![]() |
| Kilang Minyak di Dumai |
Wanita yang pernah tinggal di Dumai ini menceritakan
pengalaman mengesankannya ketika melakukan aktivitas di waktu luang. Ketika itu
ia masih tinggal di Dumai, ia sempat tinggal disana karena mengikuti dinas
pekerjaan suaminya. Helen menceritakan ketika di Dumai, waktu luangnya lebih
banyak dipakai untuk hal-hal bermanfaat yaitu mengikuti perkumpulan ibu-ibu
untuk kegiatan sosial seperti membantu warga dumai yang kurang mampu. Hal yang
paling mengesankan ialah ketika ia dan para ibu-ibu dibolehkan masuk ke kilang
minyak untuk berjalan-jalan agar mengatahui langsung bagaimana jenis pekerjaan
suaminya. Jam 12 malam Helen dan teman-temannya baru diperbolehkan masuk
kedalam kilang minyak dikarenakan jam 12 malam ialah jam disana minyak-minyak
diukur, sehingga mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana prosesnya. Helen
mengatakan disana ia diperlakukan sudah seperti pejabat, jalannya dikawal
oleh polisi karena ngga boleh sembarangan orang masuk ke daerah sana, jadi ia
merasa diperlakukan sangat istimewa.
Ketika ditanyakan pengalaman buruk ketika waktu luang,
Helen mengatakan ada tapi sudah lama ketika anak terakhirnya masih SD. Waktu
itu anaknya kalau pulang sekolah tidak langsung pulang kerumah tetapi main dulu
kerumah temannya dan tidak bilang kepadanya. Apalagi waktu pada jaman itu alat
komunikasi masih sangat minim digunakan, menjadikannya harus muter-muter
mencari dimana anaknya berada. Sangat buang-buang waktu dan melelahkan
menurutnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar