Minggu, 28 September 2014

#JakartaReposeProject (Informan 5)



Helen ialah seorang ibu dari dua orang anak. Sehari-harinya ia beraktivitas sebagai pengacara (pengangguran banyak acara). Setiap kali ditanyakan apa pekerjaannya oleh orang-orang ia selalu mengatakan seorang pengacara karena menurutnya menjawab ibu rumah tangga sudah terlalu biasa. Ternyata menurut Helen menjadi ibu rumah tangga tidak begitu banyak waktu luang yang tersedia, hari-harinya penuh dengan pekerjaan rumah tangga karena sekarang ia tidak memakai jasa asisten rumah tangga yang mengakibatkan seluruh pekerjaan rumah tangga menjadi seluruh tanggung jawabnya.  Menurutnya waktu luang ialah waktu dimana ia bisa santai-santai terlepas dari pekerjaan rumah tangga.

            Setiap harinya Helen mempunyai waktu luang yang berbeda-beda, karena pekerjaan rumah tangga itu tidak bisa di prediksikan. Kalau ada waktu luang Helen lebih sering menggunakannya untuk pergi bersama teman-temannya. Helen menceritakan, ia lebih sering pergi bersama teman-temannya yang datang dari luar kota dan lagi berkunjung ke Jakarta untuk shopping dan mengajak Helen sebagai tour guide. Sebagai tour guide ia mengajak teman-temannya untuk shopping ke Thamrin City atau Tanah Abang, ia memilih dua tempat tersebut karena barang yang dijual disana kualitasnya dan modelnya sama saja seperti di Mal lagipula harganya jauh lebih murah dibandingkan Mal, jadi ia ingin membuat teman-temannya untuk balik lagi ke Jakarta untuk berbelanja dan tidak kapok menghabiskan uang di Jakarta. Helen mencari barang-barang yang sedang hits sekarang melalui google, dulu ia sangat gaptek menggunakan internet. Helen mengatakan dulu ia kalau ingin mencari google malah menulisnya di youtube jadi tidak keluar apa-apa malah video, tetapi sekarang ia sudah canggih menggunakan internet.
Tanah Abang

Thamrin City

Bila sedang sendiri tak ada teman yang datang ke Jakarta, tak memungkiri untuk pergi sendiri, kerika sendiri ia lebih sering pergi ke Tanah Abang. Bisa hanya sekedar untuk makan sate padang mak syukur di food court Tanah Abang. Walaupun sate padang mak syukur ada dimana-dimana tetapi ia tetap memilih di Tanah Abang karena sebelum atau setelah makan ia bisa cuci mata melihat barang-barang yang menurutnya bagus.

            Di akhir pekan ibu dari dua anak ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, Biasanya mereka pergi ke Mal hanya sekedar untuk makan saja karena suaminya tidak suka jalan-jalan lebih suka berdiam diri dirumah. Terkadang Helen dan anak-anaknya pergi bertiga saja tanpa suaminya ke PIM. Sebenarnya ia ingin sekali menghabiskan akhir pekannya dengan pergi ketempat-tempat selain Mal seperti kota tua, museum yang terdapat di Jakarta, dan Monas tetapi karena anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan lebih suka berbelanja dan menghabiskan waktu di Mal.


Kilang Minyak di Dumai
            Wanita yang pernah tinggal di Dumai ini menceritakan pengalaman mengesankannya ketika melakukan aktivitas di waktu luang. Ketika itu ia masih tinggal di Dumai, ia sempat tinggal disana karena mengikuti dinas pekerjaan suaminya. Helen menceritakan ketika di Dumai, waktu luangnya lebih banyak dipakai untuk hal-hal bermanfaat yaitu mengikuti perkumpulan ibu-ibu untuk kegiatan sosial seperti membantu warga dumai yang kurang mampu. Hal yang paling mengesankan ialah ketika ia dan para ibu-ibu dibolehkan masuk ke kilang minyak untuk berjalan-jalan agar mengatahui langsung bagaimana jenis pekerjaan suaminya. Jam 12 malam Helen dan teman-temannya baru diperbolehkan masuk kedalam kilang minyak dikarenakan jam 12 malam ialah jam disana minyak-minyak diukur, sehingga mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana prosesnya. Helen mengatakan disana ia diperlakukan sudah seperti pejabat, jalannya dikawal oleh polisi karena ngga boleh sembarangan orang masuk ke daerah sana, jadi ia merasa diperlakukan sangat istimewa.

            Ketika ditanyakan pengalaman buruk ketika waktu luang, Helen mengatakan ada tapi sudah lama ketika anak terakhirnya masih SD. Waktu itu anaknya kalau pulang sekolah tidak langsung pulang kerumah tetapi main dulu kerumah temannya dan tidak bilang kepadanya. Apalagi waktu pada jaman itu alat komunikasi masih sangat minim digunakan, menjadikannya harus muter-muter mencari dimana anaknya berada. Sangat buang-buang waktu dan melelahkan menurutnya.
            


Tidak ada komentar:

Posting Komentar