Sabtu, 27 September 2014

#JakartaReposeProject (Informan 1)

Wanita yang telah hidup 47 tahun di Jakarta Selatan ini bernama Nanan Wahyuni, biasa di panggil Bi Nanan.  Ia bekerja sebagai asisten rumah tangga di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Ia telah bekerja menjadi asisten rumah tangga selama 23 tahun, ia melakoni pekerjaannya ini semata-mata hanya untuk menyekolahkan dua anaknya agar dapat mendapatkan pendidikan yang layak tidak seperti dirinya.

Bi Nanan memiliki waktu luang didalam seminggu hanya sehari, yaitu setiap hari Minggu, tetapi terkadang di sela-sela jam kerjanya ia suka meminta izin kepada majikannya untuk pulang sebentar kerumah. Waktu luang yang biasa ia gunakan di sela-sela waktu kerjanya ialah ngopi bersama suaminya. Ia mengatakan bahwa kalau tidak mengopi tidak enak dan ia harus melakukan kegiatan ngopi ini bersama suaminya, karena menurutnya ngopi bersama suami itu dapat menghilangkan lelah begitu saja setelah setengah hari bekerja membereskan rumah majikannya. Bila ia tidak diberikan izin untuk balik kerumah, suaminya akan datang membawakan 2 gelas kopi untuk di minum bersama di teras rumah majikannya. “Kalau ngga ngopi sama suami tuh rasanya kayak hampa gitu” katanya. Kegiatan ngopi bersama suami di sela waktu kerja ini sudah mendarah daging di tubuh Bi Nanan.

Contoh Majelis Taklim
Di hari Minggu, Bi Nanan menggunakan waktu luangnya untuk  mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia mengikuti majelis taklim di daerah bukit duri, aktivitas yang dilakukannya di majelis taklim ialah mengaji sambil mendengarkan ceramah agama. Ia mengatakan bahwa senin sampai sabtu ia telah bekerja untuk bekal kehidupannya didunia maka ia harus meluangkan hari Minggunya untuk membawa bekal di akhirat kelak. Di majelis taklim ia mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat, agar ia jauh dari kemaksiatan dan selalu dibimbing Tuhan kejalan yang benar. “Walaupun ga punya duit terus lagi banyak masalah setelah ngaji rasanya tuh plong aja, beban langsung ilang semua” katanya.  Memang aktivitas mengaji di majelis taklim ini adalah salah satu aktivitas favorite ketika ia memiliki waktu luang yang cukup panjang. Bi Nanan dapat menghabiskan waktu kurang lebih 6 Jam bila berada di majelis taklim. Selain mengaji dan mendapatkan ceramah rohani, Bi Nanan juga mendapatkan teman-teman baru untuk meningkatkan sosialisasi, sehingga Bi Nanan bisa mempelajari bahwa ia hidup didunia ini tidak sendirian masih banyak yang tidak seberuntung dirinya, dengan begitu ia tidak lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Setelah pulang mengaji, di malam hari Bi Nanan rutin mengunjungi saudara-saudaranya yang sudah paruh baya bersama suaminya. Karena menurutnya, silahturahmi sangat penting dan bila nanti kelak ia sudah tua, ia juga akan di perlakukan sama seperti apa yang ia lakukan kepada saudara-saudaranya itu.

Bi Nanan memiliki dua pengalaman yang tidak terlupakan ketika melakukan aktivitas di waktu luang. Pertama ia mengambil cuti di hari kerjanya untuk berlibur bersama keluarganya. Pengalaman ini baru ia alami bulan ini ini yaitu 13 September 2013. Bi Nanan dan keluarga memang asli peranakan Jakarta, jadi mereka jarang sekali keluar dari Ibu Kota, sebenarnya alasan utamanya ialah faktor ekonomi. Kebetulan salah satu keponakan Bi Nanan memiliki ekonomi yang cukup dan dapat membeli mobil untuk kendaraan sehari-harinya. Keponakan Bi Nanan ingin membagi kesuksesannya dengan cara mengajak Bi Nanan dan saudara-saudaranya ke Bandung karena mereka semua tidak pernah ke Bandung, jadi ini pengalaman pertama mereka ke Bandung. “Pas nyampe Bandung tuh yaa, Bi Nanan nanya ke keponakan Bi Nanan, Bandung mana Bandung? Terus katanya ini udah di Bandung cing. Lucu banget deh mba Astrid, pokoknya Bi Nanan ga bakal lupa” Katanya dengan antusias. Walaupun di Bandung ia hanya berkeliling kota Bandung dan lebih banyak menghabiskan waktu didalam mobil tapi ia sangat senang karena akhirnya dapat mengatahui dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Kota Bandung.

Mekkah
Kedua, pengalaman aktivitas di waktu luang yang tidak terlupakan ketika ia dibayarkan majikannya untuk pergi umroh. Memang pergi kerumah Tuhan adalah impiannya dari dulu.  Sesampainya di Mekkah, ia merasa seperti tidak percaya. “Pas didepan masjidil haram tuh Bi Nanan nyubit-nyubit kayak ini mimpi bukan sih, terus Bi Nanan nangis terus-terusan karena sangking senengnya” Katanya.

Selama ini Bi Nanan bila mencari informasi mengenai berita-berita hanya melaui TV dan cerita dari orang-orang saja. Untuk menggunakan internet Bi Nanan belum mengerti bagaimana cara menggunakanya dan Koran bukanlah hal yang menarik menurutnya, karena membaca ialah aktivitas yang membosankan.


Ketika ditanyakan apakah Bi Nanan memiliki pengalaman buruk ketika melakukan aktivitas diwaktu luang, Bi Nanan menjawabnya tidak ada karena setiap ia melakukan aktivitas di waktu luang, ia melakukannya dengan senang dan enjoy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar