Senin, 29 September 2014

#JakartaReposeProject (Informan 8)




Sebagai mahasiswa, aktivitas sehari-hari Milandi sama dengan mahasiswa lainnya. Kuliah dan mengerjakan tugas ialah kewajiban. Walaupun tugas kuliah dan jadwal kuliahnya terbilang cukup padat, ia menjadwalkan setiap Jumat,Sabtu,Minggu harus meluangkan waktu untuk dirinya beristirahat bebas dari tugas kuliah, karena menurutnya waktu luang ialah dimana ia bisa bebas untuk melakukan aktivitas apapun yang terlepas dari tugas-tugas kuliah.


            Aktivitas favoritenya ketika berada di waktu luang ialah menggambar dan berkumpul bersama teman-teman. Milandi memilih menggambar karena menggambar memang hobbynya sejak TK, setelah menggambar ia menguploadnya ke sosial media. Ia mengatakan bahwa siapa sih yang tidak suka kalau hasil karyanya dilihat orang dan dipuji oleh orang lain. Selain itu, untuk mengimprove hasil karyanya ia membutuhkan inspirasi dan link maka dari itu ia juga senang berkumpul bersama teman-temannya. Untuk memilih tempat nongkrong bersama teman-teman, biasanya ia memilih untuk nongrkong di apartement temannya yang berada di senopati atau bintaro, karena bekumpul di apartement temannya bisa menghabiskan waktu yang lama tidak perlu dibatasi oleh waktu.
Salah satu design karma Milandi
Contoh lukisan Milandi

Contoh lukisan Milandi
Contoh lukisan Milandi
            Pria yang hobby menggambar ini juga sering menghabiskan waktu luang bersama pacarnya. Tempat favoritenya pacaran ialah di mobil, ia memilih di mobil karena lebih private dan bisa mengobrol lebih banyak. Milandi dan pacarnya tidak begitu suka ke Mal, karena terlalu ramai dan tidak bisa mengobrol banyak.

            Tempat yang paling ia tidak sukai untuk nongkrong bersama teman-teman dan menghabiskan waktu luang ialah Jl.Asia Africa dan Seven Eleven. Milandi tidak menyukai Jl.Asia Africa karena bukan masanya lagi untuk melihat mobil-mobil balapan lagi. Kalau seven eleven ia tidak menyukainya karena menurutnya banyak anak-anak alay dan buat apa nongkrong-nongkrong ga jelas di mini market. Walaupun begitu tetapi Milandi tidak ingin seven eleven dihilangkan karena menurutnya setiap orang mempunyai ekonomi yang berbeda menjadikan aktivitas yang dilakukanpun berbeda-beda.

            Pengalaman yang paling mengesankan ketika melakukan aktivitas di waktu luang ialah ketika ia duduk di bangku SMP. Ketika itu, ia dan teman-temannya sedang bermain dirumah Milandi, lalu mereka berjalan-jalan keliling komplek untuk melemparkan batu dan mencoret-coret rumah-rumah. Pernah mereka dimarahi tetapi setelah itu tetap diulang kembali. Selain mencoret-coret dan melemparkan batu kerumah-rumah orang, ia dan teman-temannya juga sering mencuri di mini market. Sering berhasil tetapi sering juga tertangkap, ia mengatakan ia mencuri seperti itu bukan karena keadaan ekonomi tetapi untuk senang-senang saja. Ketika ia tertangkap ia langsung di loloskan kembali karena ia memiliki teman yang mempunyai link.  Memang menurutnya masa-masa itu ialah masa jahanamnya, ia tidak mau mengulanginya lagi tetapi kejadian tersebut menjadi kenangan didalam hidupnya.

            Selain pengalaman mengesankan ia juga memiliki pengalaman buruk. Pengalaman buruk yang dialaminya ialah ketika ia sedang menggambar dirumahnya lalu temannya datang membawa temannya lagi yang belom kenal oleh Milandi. Lalu, seseorang yang belum kenal itu langsung sok mengerti tentang lukisan padahal ia tidak mengerti sama sekali. Selain itu, Milandi juga tidak suka ada orang yang belum kenal dia tetapi mengajaknya bercanda ketika ia sedang serius. Biasanya kalau sudah seperti ini Milandi diam saja atau berusaha asik dan menjadikan orang itu diam. Hal ini tidak sering terjadi karena teman-teman yang sudah mengenalnya tidak mungkin melakukan hal tersebut.

            Milandi mengatakan di Jakarta telalu banyak Mal dan bila ingin mengembangkan pariwisata Jakarta lebih baik lagi, harus kesadaran dari orang-orang Jakarta sendiri. Selama ini menurutnya, orang-orang Indonesia masih suka melihat orang lain dengan sebelah mata dan selalu merasa benar.
           

            

#JakartaReposeProject (Informan 7)




             Karen merupakan salah satu Mahasiswi Universitas Pembangunan Jaya jurusan Psikologi. Setiap harinya Karen bolak balik Jakarta-Tangerang selatan untuk mencari ilmu di UPJ. Saat ditemui di kampusnya Karen sedang cabut kelas karena belum mengerjakan tugas. Di waktu kuliah Karen masih mempunyai waktu luang tetapi biasanya ia gunakan untuk mengerjakan tugas kuliah. Menurut Karen waktu luang ialah waktu dimana untuk meng clear-off otak dari segala macam kegiatan sehari-hari.

            Di waktu luangnya, Karen pakai untuk bersantai-santai, latihan band, nongkrong di coffe shop, dan bernyanyi bersama kakaknya sambil direkam. Ia dan kakaknya senang merekam suara mereka ketika bernyanyi, tetapi tidak pernah mau di upload karena kurang percaya diri dengan suaranya. Karen tidak begitu suka ke mal ia lebih memilih untuk nongkrong di satu tempat, tempat favoritenya ialah liberica coffee kemang. Menurutnya di liberica coffee kemang tempatnya itu beda, suasananya enak buat berlama-lama disana, dan wifinya juga kencang. Karen juga mengatakan liberica yang ia sukai cuman di kemang, yang di Gandaria City atau tempat lainnya ia tidak suka. Bila teman-temannya sedang tidak bisa nongkrong bersamanya di liberica coffee kemang, Karen tidak masalah untuk nongkrong sendirian di liberica coffee kemang.

Liberica Coffee Kemang

            Seringnya Karen ke liberica coffee kemang, barista disana sudah kenal dengan Karen dan sudah tau jenis minuman apa yang disukain Karen. Karen sangat menyukai ice chocolate disana, pernah juga ia dibuatkan minuman spesial karena ia sudah dikenal oleh barista-barista yang bekerja di liberica coffee kemang. Selain itu, karena Karen sudah dikenal oleh barista disana ia pernah kehabisan rokok dan tidak ada yang menjual rokok disana, akhirnya ia meminta kepada salah satu barista dan barista tersebut memberi satu bungkus rokok baru secara cuma-cuma tidak perlu diganti. Karen mengetahui tempat ini dari temannya dan ketika ia kesana pertama kali ia langsung menyukai tempat tersebut dan mengajak teman-teman lainnya untuk nongkrong di liberica coffee kemang.

            Ketika ditanyakan pengalaman apa mengesankan ketika melakukan aktifitas di waktu luang, Karen menjawab kejadianya belum terjadi tetapi akan selalu diingat di seluruh hidupnya yaitu manggung pertama kali bersama band pertamanya. Selama ini Karen hanya menyanyi untuk dirinya sendiri, jadi menyanyi didepan umum sambil diiringi alat musik lainnya ialah pengalaman baru baginya.


            Wanita yang aktif menggunakan sosial media instagram dan path ini menceritakan pengalaman buruk ketika melakukan aktifitas di waktu luang. Ketika itu ia sedang bersantai-santai dikamarnya lalu, ibunya menelfon untuk kerumah sakit menjenguk ayahnya. Tetapi Karen tetap dikamar bersanta-santai dan berfikir untuk sore hari saja datang kesana. Tiba-tiba tidak lama ibunya menelfon lagi dan memberitahu Karen bahwa Ayahnya sudah tiada. Karen sangat terpukul dan menyesal sampai sekarang mengapa waktu itu ia tidak langsung datang ke rumah sakit dan mengapa ia memilih untuk bersantai-santai dikamar. Semenjak saat itu ia sangat menurut dengan ibunya, bila ibunya menelfon Karen untuk cepat pulang kerumah ia langsung pulang kerumah saat itu juga.

#JakartaReposeProject (Informan 6)

Pria yang akrab di panggil Jarwo ini mengatakan bahwa leisure time ialah waktu bebas dari tugas kuliah. Hampir setiap hari ia memiliki leisure time, walau jangka waktunya tidak begitu panjang karena banyaknya tugas kuliah. 

            Biasanya setelah pulang kuliah bila tidak ada tugas, ia habiskan waktu luangnya untuk mengobrol,bercanda tawa, dan sedikit curhat mengenai hidup bersama teman-temannya di tempat tongkrongan favoritenya. Tongkrongan favoritenya berada di daerah rempoa, bukan café atau tempat yang mewah. Hanya warung kecil, tetapi tempat nongkrong itu sudah menjadi tempat favoritenya dan teman-teman sejak SMA, karena Jarwo dan teman-temannya sudah menjadi pelanggan tetapi di warung tersebut mereka suka mendapatkan makanan gratis dari sang pemilik warung. Mereka memberi nama warung tersebut dengan sebutan warung flamboyan karena terdapat di jalan flamboyan. Teman-teman nongkrong di warung terserbut tidak dari SMA dan kampus yang sama, jadi selain bercanda dan mengobrol, Jarwo menjadikan tempat tersebut untuk mengumpulkan link pekerjaan.

            Mereka sempat beberapa kali untuk berfikir membangun bisnis bersama, bulan puasa kemarin kata Jarwo mereka sudah mau berjualan es kelapa untuk berbuka puasa tetapi apa daya mereka tidak memiliki modal yang cukup. Walau beberapa kali sempat gagal untuk berbisnis bersama, tetapi mereka tidak pernah gagal untuk berlibur bersama. Akhir-akhir ini memang sedang hits yang namanya hiking, banyak segerombolan anak muda yang menghabiskan liburannya dengan mendaki gunung bersama-sama lalu di mengunduhnya ke akun sosial medianya. Hal ini menyebabkan Jarwo tertantang untuk mencoba bagaimana rasanya asik naik gunung. Jarwo mengajak teman-teman satu tongkrongannya untuk naik gunung dan mereka semua setuju.


            
Liburan Agustus kemarin Jarwo baru saja mendaki Gunung Cikuray didaerah Garut. Jarwo
Pemandangan Awan di Gunung Cikuray
mengatakan walaupun lelah tetapi sesampainya diatas, semua lelahnya terbayar sudah, awan-awan yang terlihat dari Gunung Cikuray sangat indah. Memang Gunung Cikuray terkenal dengan awan-awannya yang sangat memukau. Jarwo juga mengatakan bahwa liburan naik gunung itu murah, hanya menghabiskan uang 300.000 ribu saja sudah mendapat makan, transportasi dan lain-lain. Selain Gunung Cikuray, Jarwo juga sudah berhasil menaklukan dua gunung lainnya yaitu Gunung Dieng dan Gunung Merapi Purba yang berada di Jogja. Menurutnya, menghabiskan waktu luang di alam memberikan sensasi yang berbeda yang tidak bisa didapatkan di Jakarta. Dengan mendaki gunung, Jarwo lebih merasa hebat dan puas karena berhasil menaklukan gunung-gunung tinggi. Selain itu, Jarwo jadi memiliki cerita ke teman-temannya untuk berbagi pengalaman dan bila ditanya apakah pernah menaklukan gunung ini dia menjawab iya pernah. Untuk perjalanan jauh seperti ke jogja dan dieng, Jarwo lebih memilih transportasi darat daripada harus menggunakan transportasi udara, karena murah dan menurutnya naik mobil itu jadi bisa tau bagaimana keadaan daerah-daerah yang ada di Indonesia dan bisa mampir kemana-mana. “Ibaratnya tuh sekali mendayung satu tiga pulau terlampaui” katanya.
Gunung Dieng

Gunung Merapi Purba


            Sebenarnya Jarwo menyukai naik gunung baru-baru ini, semenjak ia putus dari pacar terakhirnya. Menurutnya naik gunung ialah cara ampuh untuk menghilangkan galau dan menjadikan dirinya jadi cepat move on. “Gatau enak aja gitu enak, jadi ga galau lagi. Pokoknya gue cinta alam karena alam ga bakalan nyakitin gue ga kayak cewe” Katanya sambil tertawa.

            Aktivitas yang ia tidak sukai di waktu luang ialah ketika waktu luangnya terganggu oleh tugas kuliah sehingga, waktu luangnya habis dengan mengerjakan tugas saja.



Kemacetan Karena Jembatan Comal Ambruk
            Walau Jarwo lebih memilih berpergian jauh menggunakan mobil daripada pesawat, Jarwo mempunyai pengalaman buruk yaitu ketika ia dan teman-temannya ingin mendaki gunung ke daerah Jogja dan Dieng, mereka pergi melalui jalur utara dan ketika itu jembatan comal sedang rubuh jadi harus gantian dan mengakibatkan macet yang cukup parah. Ketika itu Jarwo dan teman-temannya sangat kelaparan, maka ia sembari menunggu kemacetan mampir makan di warung-warung makan yang tersedia dipinggir jalan. Mereka asal memilih yang penting perut kenyang, ternyata ketika ia makan semua makanannya terasa tidak enak, benar-benar sudah tidak layak dimakan. Nasinya sangat keras, ayamnya juga kecil dan keras seperti batu kata Jarwo dengan nada yang kesal. Sampai sekarang kalau diingat-ingat lagi ia masih suka merasa kesal dan ia bersumpah tak mau lagi makan di tempat makan itu.

            Selain pengalaman buruk, Jarwo memiliki pengalaman yang tidak terlupakan ketika naik gunung. Waktu itu ketika ia naik gunung di Jogja, karena sudah malam jadi ia dan teman-temannya harus menginap ditenda. Ketika itu, salah satu temannya ada yang mengigau berteriak “TOLONG TOLONG TOLONG” lalu Jarwo terbangun karena saat itu Jarwo kebetulan tidur satu tenda dengan temannya, ia menanyakan ada apa, eh ternyata temannya malah tidur lagi. Jarwo menceritakan cerita ini dengan antusias sambil tertawa terbahak-bahak. Bukan hanya Jarwo saja ternyata yang kaget mendengar suara temannya mengigau, orang-orang yang ada di tenda lain langsung menghampiri tenda Jarwo takut terjadi apa-apa seperti hewan buas atau lainnya.
            

Minggu, 28 September 2014

#JakartaReposeProject (Informan 5)



Helen ialah seorang ibu dari dua orang anak. Sehari-harinya ia beraktivitas sebagai pengacara (pengangguran banyak acara). Setiap kali ditanyakan apa pekerjaannya oleh orang-orang ia selalu mengatakan seorang pengacara karena menurutnya menjawab ibu rumah tangga sudah terlalu biasa. Ternyata menurut Helen menjadi ibu rumah tangga tidak begitu banyak waktu luang yang tersedia, hari-harinya penuh dengan pekerjaan rumah tangga karena sekarang ia tidak memakai jasa asisten rumah tangga yang mengakibatkan seluruh pekerjaan rumah tangga menjadi seluruh tanggung jawabnya.  Menurutnya waktu luang ialah waktu dimana ia bisa santai-santai terlepas dari pekerjaan rumah tangga.

            Setiap harinya Helen mempunyai waktu luang yang berbeda-beda, karena pekerjaan rumah tangga itu tidak bisa di prediksikan. Kalau ada waktu luang Helen lebih sering menggunakannya untuk pergi bersama teman-temannya. Helen menceritakan, ia lebih sering pergi bersama teman-temannya yang datang dari luar kota dan lagi berkunjung ke Jakarta untuk shopping dan mengajak Helen sebagai tour guide. Sebagai tour guide ia mengajak teman-temannya untuk shopping ke Thamrin City atau Tanah Abang, ia memilih dua tempat tersebut karena barang yang dijual disana kualitasnya dan modelnya sama saja seperti di Mal lagipula harganya jauh lebih murah dibandingkan Mal, jadi ia ingin membuat teman-temannya untuk balik lagi ke Jakarta untuk berbelanja dan tidak kapok menghabiskan uang di Jakarta. Helen mencari barang-barang yang sedang hits sekarang melalui google, dulu ia sangat gaptek menggunakan internet. Helen mengatakan dulu ia kalau ingin mencari google malah menulisnya di youtube jadi tidak keluar apa-apa malah video, tetapi sekarang ia sudah canggih menggunakan internet.
Tanah Abang

Thamrin City

Bila sedang sendiri tak ada teman yang datang ke Jakarta, tak memungkiri untuk pergi sendiri, kerika sendiri ia lebih sering pergi ke Tanah Abang. Bisa hanya sekedar untuk makan sate padang mak syukur di food court Tanah Abang. Walaupun sate padang mak syukur ada dimana-dimana tetapi ia tetap memilih di Tanah Abang karena sebelum atau setelah makan ia bisa cuci mata melihat barang-barang yang menurutnya bagus.

            Di akhir pekan ibu dari dua anak ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, Biasanya mereka pergi ke Mal hanya sekedar untuk makan saja karena suaminya tidak suka jalan-jalan lebih suka berdiam diri dirumah. Terkadang Helen dan anak-anaknya pergi bertiga saja tanpa suaminya ke PIM. Sebenarnya ia ingin sekali menghabiskan akhir pekannya dengan pergi ketempat-tempat selain Mal seperti kota tua, museum yang terdapat di Jakarta, dan Monas tetapi karena anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan lebih suka berbelanja dan menghabiskan waktu di Mal.


Kilang Minyak di Dumai
            Wanita yang pernah tinggal di Dumai ini menceritakan pengalaman mengesankannya ketika melakukan aktivitas di waktu luang. Ketika itu ia masih tinggal di Dumai, ia sempat tinggal disana karena mengikuti dinas pekerjaan suaminya. Helen menceritakan ketika di Dumai, waktu luangnya lebih banyak dipakai untuk hal-hal bermanfaat yaitu mengikuti perkumpulan ibu-ibu untuk kegiatan sosial seperti membantu warga dumai yang kurang mampu. Hal yang paling mengesankan ialah ketika ia dan para ibu-ibu dibolehkan masuk ke kilang minyak untuk berjalan-jalan agar mengatahui langsung bagaimana jenis pekerjaan suaminya. Jam 12 malam Helen dan teman-temannya baru diperbolehkan masuk kedalam kilang minyak dikarenakan jam 12 malam ialah jam disana minyak-minyak diukur, sehingga mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana prosesnya. Helen mengatakan disana ia diperlakukan sudah seperti pejabat, jalannya dikawal oleh polisi karena ngga boleh sembarangan orang masuk ke daerah sana, jadi ia merasa diperlakukan sangat istimewa.

            Ketika ditanyakan pengalaman buruk ketika waktu luang, Helen mengatakan ada tapi sudah lama ketika anak terakhirnya masih SD. Waktu itu anaknya kalau pulang sekolah tidak langsung pulang kerumah tetapi main dulu kerumah temannya dan tidak bilang kepadanya. Apalagi waktu pada jaman itu alat komunikasi masih sangat minim digunakan, menjadikannya harus muter-muter mencari dimana anaknya berada. Sangat buang-buang waktu dan melelahkan menurutnya.