Selasa, 28 Oktober 2014

Gayo Coffee #JakartaReposeProject

Gayo coffee ialah coffee shop di Jakarta yang menjual kopi gayo yang berasal dari petani Aceh. Gayo coffee ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa Indonesia juga bisa memiliki coffee shop yang bisa menduia seperti coffee shop yang berasal dari luar negeri yang sudah mendunia juga.
Pak Thomas
            Pak Thomas ialah salah satu pemilik franchise gayo coffee yang berada di Pondok Indah Mall dan Summarecon Mall Serpong. Pak Thomas tertarik dengan bisnis ini karena ia seorang pensiunan dan kebetulan gayo coffee ini dimiliki oleh adek sepupunya. Selain itu, gayo coffee bekerja sama dengan wwf sehingga profit yang didapat 10%-nya di sumbangkan kepada petani gayo di Aceh.
           


Tab untuk memesan
Konsep gayo coffee ini dibuat sangat modern dan berteknologi tinggi karena target konsumen dari gayo coffee ialah kelas A dari anak remaja sampai orang tua. Konsepnya ialah konsumen tidak perlu memesan mengantri melalui kasir, konsumen bisa langsung memesan di mejanya memakai tab yang sudah disediakan. Disana konsumen dapat melihat menu, harga, memesan dan cara pembuatannya. Selain untuk memesan melalui tab, di tab tersebut konsumen juga dapat digunakan untuk browsing. Lalu, gayo coffee juga membuat member card agar terjadi keterikatan dengan konsumen. Keuntungan dari mempunyai member card ialah mendapatkan discount 10% dan dapat membayar menggunakan member card dengan cara swipe kartu secara langsung di tab jadi konsumen tidak perlu buang waktu untuk kekasir dan membayar. Selain itu, bila konsumen ingin berjalan-jalan terlebih dahulu dan bosan menunggu kopinya belum jadi, konsumen akan diberikan alat yang apabila kopinya sudah jadi akan berbunyi sehingga konsumen tau kalau kopinya sudah jadi.
          
Lady in Red
 
Kopi-kopi yang dibuat di gayo coffee tidak hanya latte yang biasa saja seperti di coffee shop lainnya, disini di modernisasikan dengan cara diberikan ice cream atau disediakan dengan cara unik. Yang paling favorite disini ialah kopi lady in red, kopi dengan cabe. Jadi, makan kopi menggunakan cabai merah besar. Saya tidak berani mencobanya karena saya tidak menyukai pedas, katanya rasanya seperti merokok sambil minum kopi. Lalu, air yang digunakan jugalah kangen water yang PH airnya sempurna, jadi rasa kopi disini berbeda terasa lebih enak. Sebentar lagi gayo coffee akan melauncing coffee on fire, jadi ini seperti salah satu teknik untuk lebih banyak menarik pengunjung dengan membuat atraksi coffee on fire.
            


Barista yang bekerja di gayo coffee ialah mahasiswa-mahasiswa yang bekerja part-time. Ia memilih mahasiswa agar dapat memikat pengunjung lebih banyak, menurutnya mahasiswa dapat mempromosikan teman-temannya untuk datang ke sana, mahasiswa juga lebih memiliki pendidikan sehingga tidak susah untuk mengajarkan mereka bagaimana cara melayani konsumen dengan benar dan tanggung jawabnya pasti akan lebih tinggi daripada yang tidak berpendidikan.
            Cara memasarkan gayo coffee ini, pemilik mengiklankan ke radio-radio seperti hard rock, selain itu ketika buka di pondok indah mal memasang spanduk didepan dan didalam mal. Lalu,  gayo coffee juga membuat social media facebook, twitter dan instagram, agar konsumen dapat selalu update  mengenai gayo coffee selain itu di social media bisa juga berkomentar apa saja kekurangan dari gayo coffee tersebut.
            Gayo coffee memang lebih menargetkan untuk remaja kelas A, karena ia melihat dari pesaing rata-rata didatangkan oleh remaja. Kebanyakan remaja datang di weekend, kalau weekdays banyak orang tua yang datang untuk arisan atau meeting.
            Selama ini gayo coffee belum mendapatkan komplen yang sangat kritikal, hanya sebatas tidak adanya lagu di dalam coffee shop, lalu kursinya kurang empuk sehingga tidak enak untuk duduk berlama-lama. Komplen-komplen seperti itu langsung ditangani oleh Pak Thomas, ia langsung memasang lagu di tokonya dan merubah kursi agar lebih nyaman lagi. Pak Thomas memang menginginkan yang terbaik, sehingga konsumen nyaman, puas, dan menjadi pelanggan yang loyal terhadap brand dari gayo coffee.

Pengunjung:

           
Bapak Eddy
 
Bapak Eddy ialah salah satu pengunjung gayo coffee, ia telah mengunjungi gayo coffee sekitar 3 sampai 4 kali. Pak Eddy lebih memilih datang ke gayo coffe daripada ke coffee shop lainnya karena menurutnya kopi yang dijual disini unik, lalu disini juga berteknologi tinggi sehingga Pak Eddy mendapatkan experience yang berbeda yang tidak ia dapatkan di coffee shop lain. Menu kesukaan Pak eddy di gayo coffee ialah avocado coffee dan orange coffee, bisa dibilang ia bukan pecinta kopi tapi semenjak ke gayo coffee ia jadi suka. Biasanya ia ke gayo coffee bersama istrinya atau meeting bersama rekan kerjanya, tempatnya nyaman dan enak untuk berlama-lama. Menurut Pak Eddy kekurangan dari gayo coffee ialah cara pemasarannya, masih kurang padahal sudah sangat menarik. Ia belum mengetahui bahwa gayo coffee telah memiliki social media, jadi seharusnya gayo coffee menulis di dalam tokonya juga menuliskan apa nama social media yang dimiliki. Selama ini ia mengetahui gayo coffee karena suka jalan-jalan ke PIM lalu tertarik untuk mencoba apa itu gayo coffee.

Rabu, 22 Oktober 2014

Dapoer Sambal #JakartaReposeProject

Pak Guna
            Dapoer sambal ialah sebuah rumah makan lesehan keluarga yang berada di daerah Manggarai, Jakarta Selatan. Dapoer sambal sudah berdiri sejak tahun 2009, awalnya rumah makan ini didirikan karena Bapak Guna (owner dari Dapoer sambal) melihat keahlian istrinya dalam membuat sambal lampung. Bapak Guna juga melihat di Jakarta belum ada rumah makan yang memiliki menu sambal lampung dan ternyata bahan-bahan untuk membuat sambal lampung juga tidak dijual di Jakarta. Menjadikan Bapak Guna harus mengirim langsung bahan-bahan sambal dari lampung ke Manggarai.
            Target konsumen yang Bapak Guna bidik ialah dari seluruh kalangan ekonomi, yang terutama karyawan-karyawan yang bekerja disekitaran dapoer sambal. Tetapi yang datang kebanyakan ialah dari kalangan ekonomi menengah keatas dan menengah kebawah karena memang harga yang di bandrol di dapoer sambal tidak terlalu mahal, dari Rp 5000,00 – Rp 80,000,00. Pak guna juga membuat paket hemat yaitu seharga Rp 25,000 sudah mendapatkan nasi dan lauk pauk bersama minumnya. Pak Guna mengatakan tidak apa-apa ia tidak mendapatkan untung yang banyak asalkan semua pelanggannya senang dan puas terhadap apa yang diberikan oleh dapoer sambal.
Etalase Makanan
            Semua makanan yang ia berikan kepada konsumen selalu fresh from the oven, sambalpun begitu baru di ulek ketika hari H-nya. Menurut Pak Guna kebersihan nomor satu dengan bersih semua pelanggannya akan senang dan pasti balik lagi dan itu terbukti tidak pernah adanya komplen mengenai makanan yang disediakan di dapoer sambal. Bila makanan pada hari itu tidak habis, makanannya akan dibagikan ke karyawan yang bekerja di dapoer sambal, tetapi jarang sekali ada makanan yang tidak habis karena dapoer sambal buka dari jam 11.00-20.00 dengan begitu Pak Guna sudah memperkirakan dengan sangat hati-hati agar makanan tidak ada sisa.
            Yang membedakan dapoer sambal dengan rumah makan sambal lainnya ialah sambal lampung, karena belum ada restoran di Jakarta yang menyediakan sambal lampung. Konsumen yang datang juga memang kebanyakan memesan sambal lampung, karena mereka penasaran apa sih bedanya sambal lampung dengan sambal-sambal lainnya. Sayapun penasaran dan memesan sambal terasi lampung, iya ternyata rasanya berbeda lebih pedas dan segar sekali karena sambal lampung ini memakai tomat yang hanya berada di lampung, selain itu rasa terasinya tidak amis seperti sambal terasi biasanya jadi tidak memberikan efek setelahnya yang membuat mulut menjadi bau. Untuk yang menyukai sambal, memang harus mencicipi sambal lampung di dapoer sambal ini.
            Selain menu yang berbeda, dapoer sambal juga memberikan service yang berbeda dari rumah
Organ Tunggal yang disediakan
makan lainnya, yaitu dengan menyediakan orgen tunggal sehingga para konsumennya bisa makan sambil karaoke. Karaoke di dapoer sambal ini bayar seikhlasnya saja, Pak Guna memasang kotak tip disebelah orgennya agar konsumen yang habis menyanyi dapat langsung memasukkan uangnya disana, ya walau terkadang tidak ada tip tapi Pak Guna tetap ikhlas karena ini bagian dari service yang diberikan untuk memanjakan konsumen dapoer sambal. Yang memainkan orgen ini juga Pak Guna sendiri sehingga Pak Guna bisa berinteraksi langsung dengan konsumennya. Lagu yang sering dinyanyikan oleh pelanggannya ialah lagu-lagu lama atau dangdut karena memang pelanggan dari dapoer sambal kebanyakan bukan di usia muda.
            Untuk mendatangkan konsumen yang banyak dan loyal, Pak Guna mengatakan tidak banyak biaya yang dikeluarkan untuk mempromosikan dapoer sambal karena lokasi yang ia pilihpun sangat bagus, yaitu dipinggir jalan dan dekat dengan rukan (rumah kantor). Selama ini cara promosi yang ia pilih ialah membagikan brosur, word of mouth, memasang spanduk didepan rumah makannya, dan memasang iklan di Koran. Selama ini yang paling efektif ialah word of mouth, dengan word of mouth dapoer sambal ini juga pernah mendapatkan tamu spesial dari acara kuliner dari trans tv. Selain itu, dapoer sambal juga membuat acara setiap tahunnya agar konsumen semakin loyal dengan dapoer sambal. Acaranya ialah lomba karaoke setiap tahun baru. Untuk mengikuti lomba karaoke dikenakan biaya sebanyak Rp 50,000/orang dan itu anda sudah mendapatkan makanan beserta minumannya. Acara ini sudah dilakukan sebanyak 4 kali dan mendapatkan respon yang sangat baik, pesertanya kurang lebih bisa sampai 40 orang.
           Setelah dapoer sambal memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin, dapoer sambal masih saja mendapatkan beberapa komplen dari pelanggannya. Biasanya komplen yang paling sering didapati ialah ketika dapoer sambal sedang ramai dan pelayanan delivery menjadi tidak terurus. Bila ada bentuk komplen seperti itu dapoer sambal langsung meminta maaf dan menjelaskan mengapa bisa terlambat sehingga konsumennya tetap datang kembali. Selain itu, komplen yang ia dapati ialah tempatnya yang berisik, karena dapoer sambal ini berada di pinggir rel kereta. Tetapi menurut Pak Guna komplen yang seperti itu tidak di pedulikan, karena menurutnya pasti setiap kita buat bisnis ya ada komplen dan toh dia juga balik lagi untuk makan di dapoer sambal.

        Dapoer sambal ini mempunyai perbedaan konsumen antara weekdays dan weekend. Weekdays biasanya konsumennya orang perkantoran dan weekend keluarga. Di hari biasa dapoer sambal selain menyediakan jasa delivery untuk diantar kerumah atau ke kantor, dapoer sambal juga menyediakan jasa catering untuk karyawan atau anak kos. Jasa catering yang disediakan oleh dapoer sambal direspon baik oleh para konsumen, banyak klinik, kos-kosan, dan kantor-kantor di sekitaran tersebut menggunakan catering dari dapoer sambal.


Pengunjung:

Setelah mengobrol panjang lebar dengan pengelola dari dapoer sambal ini, saya juga mewawancari dua konsumen dari dapoer sambal yang kebetulan sedang makan siang disana.
Mba Vivi

            Informan yang pertama bernama Mba Vivi, ia termasuk pelanggan setia dapoer sambal. Sudah 2 tahun ia mengetahui dan suka makan di dapoer sambal. Mba Vivi mengetahui dapoer sambal ini karena sedang istirahat jam makan siang dan ketika itu ia dan teman-temannya sedang melewati dapoer sambal dan tertarik untuk mencobanya. Ternyata rasanya melebihi ekpetasi dari Mba Vivi sehingga membuat Mba Vivi mengajak keluarganya untuk makan disana ketika hari libur. Selain senang makan sup iga beserta sambal terasi lampungnya, Mba Vivi juga suka berkaraoke bersama keluarga di dapoer sambal. Mba Vivi mengatakan kalau ia dapat menghabiskan waktu dua jam bersama keluarganya di dapoer sambal untuk makan dan bersenang-senang. Menurut Mba Vivi yang menjadi pembeda antara dapoer sambal dengan rumah makan lainnya ialah adanya karaoke gratis dan bisa digunakan sepuasnya, bila ia ingin berlama-lama karyawan atau pengelola dapoer sambal tidak mengusirnya untuk cepat selesai tetapi malah dibiarkan berlama-lama.
     
Mba Siti
      
Informan kedua yaitu Mba Siti, ia mengetahui dapoer sambal melalui iklan di Koran. Menu favoritenya di dapoer sambal ialah sambal terasi lampung, karena Mba Siti sendiri orang lampung jadi setiap ia memakan sambal terasi lampung di dapoer sambal mengingatkan ia dengan kampung halamannya. Selain itu, Mba Siti juga senang berkaraoke bersama keluarganya di dapoer sambal, katanya bila di tempat lain ia hanya bisa memilih karaoke atau makan saja  tetapi di dapoer sambal ia mendapatkan keduanya sekaligus.

Senin, 29 September 2014

#JakartaReposeProject (Informan 8)




Sebagai mahasiswa, aktivitas sehari-hari Milandi sama dengan mahasiswa lainnya. Kuliah dan mengerjakan tugas ialah kewajiban. Walaupun tugas kuliah dan jadwal kuliahnya terbilang cukup padat, ia menjadwalkan setiap Jumat,Sabtu,Minggu harus meluangkan waktu untuk dirinya beristirahat bebas dari tugas kuliah, karena menurutnya waktu luang ialah dimana ia bisa bebas untuk melakukan aktivitas apapun yang terlepas dari tugas-tugas kuliah.


            Aktivitas favoritenya ketika berada di waktu luang ialah menggambar dan berkumpul bersama teman-teman. Milandi memilih menggambar karena menggambar memang hobbynya sejak TK, setelah menggambar ia menguploadnya ke sosial media. Ia mengatakan bahwa siapa sih yang tidak suka kalau hasil karyanya dilihat orang dan dipuji oleh orang lain. Selain itu, untuk mengimprove hasil karyanya ia membutuhkan inspirasi dan link maka dari itu ia juga senang berkumpul bersama teman-temannya. Untuk memilih tempat nongkrong bersama teman-teman, biasanya ia memilih untuk nongrkong di apartement temannya yang berada di senopati atau bintaro, karena bekumpul di apartement temannya bisa menghabiskan waktu yang lama tidak perlu dibatasi oleh waktu.
Salah satu design karma Milandi
Contoh lukisan Milandi

Contoh lukisan Milandi
Contoh lukisan Milandi
            Pria yang hobby menggambar ini juga sering menghabiskan waktu luang bersama pacarnya. Tempat favoritenya pacaran ialah di mobil, ia memilih di mobil karena lebih private dan bisa mengobrol lebih banyak. Milandi dan pacarnya tidak begitu suka ke Mal, karena terlalu ramai dan tidak bisa mengobrol banyak.

            Tempat yang paling ia tidak sukai untuk nongkrong bersama teman-teman dan menghabiskan waktu luang ialah Jl.Asia Africa dan Seven Eleven. Milandi tidak menyukai Jl.Asia Africa karena bukan masanya lagi untuk melihat mobil-mobil balapan lagi. Kalau seven eleven ia tidak menyukainya karena menurutnya banyak anak-anak alay dan buat apa nongkrong-nongkrong ga jelas di mini market. Walaupun begitu tetapi Milandi tidak ingin seven eleven dihilangkan karena menurutnya setiap orang mempunyai ekonomi yang berbeda menjadikan aktivitas yang dilakukanpun berbeda-beda.

            Pengalaman yang paling mengesankan ketika melakukan aktivitas di waktu luang ialah ketika ia duduk di bangku SMP. Ketika itu, ia dan teman-temannya sedang bermain dirumah Milandi, lalu mereka berjalan-jalan keliling komplek untuk melemparkan batu dan mencoret-coret rumah-rumah. Pernah mereka dimarahi tetapi setelah itu tetap diulang kembali. Selain mencoret-coret dan melemparkan batu kerumah-rumah orang, ia dan teman-temannya juga sering mencuri di mini market. Sering berhasil tetapi sering juga tertangkap, ia mengatakan ia mencuri seperti itu bukan karena keadaan ekonomi tetapi untuk senang-senang saja. Ketika ia tertangkap ia langsung di loloskan kembali karena ia memiliki teman yang mempunyai link.  Memang menurutnya masa-masa itu ialah masa jahanamnya, ia tidak mau mengulanginya lagi tetapi kejadian tersebut menjadi kenangan didalam hidupnya.

            Selain pengalaman mengesankan ia juga memiliki pengalaman buruk. Pengalaman buruk yang dialaminya ialah ketika ia sedang menggambar dirumahnya lalu temannya datang membawa temannya lagi yang belom kenal oleh Milandi. Lalu, seseorang yang belum kenal itu langsung sok mengerti tentang lukisan padahal ia tidak mengerti sama sekali. Selain itu, Milandi juga tidak suka ada orang yang belum kenal dia tetapi mengajaknya bercanda ketika ia sedang serius. Biasanya kalau sudah seperti ini Milandi diam saja atau berusaha asik dan menjadikan orang itu diam. Hal ini tidak sering terjadi karena teman-teman yang sudah mengenalnya tidak mungkin melakukan hal tersebut.

            Milandi mengatakan di Jakarta telalu banyak Mal dan bila ingin mengembangkan pariwisata Jakarta lebih baik lagi, harus kesadaran dari orang-orang Jakarta sendiri. Selama ini menurutnya, orang-orang Indonesia masih suka melihat orang lain dengan sebelah mata dan selalu merasa benar.