Gayo coffee ialah coffee shop di Jakarta yang menjual kopi gayo
yang berasal dari petani Aceh. Gayo
coffee ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa Indonesia juga bisa
memiliki coffee shop yang bisa
menduia seperti coffee shop yang berasal dari luar negeri yang sudah mendunia juga.
| Pak Thomas |
Pak Thomas ialah salah satu pemilik franchise gayo coffee yang berada di Pondok Indah Mall dan Summarecon
Mall Serpong. Pak Thomas tertarik dengan bisnis ini karena ia seorang
pensiunan dan kebetulan gayo coffee
ini dimiliki oleh adek sepupunya. Selain itu, gayo coffee bekerja sama dengan wwf sehingga profit yang didapat 10%-nya di sumbangkan kepada petani gayo di
Aceh.
![]() |
| Tab untuk memesan |
Konsep gayo coffee
ini dibuat sangat modern dan
berteknologi tinggi karena target konsumen dari gayo coffee ialah kelas A dari anak remaja sampai orang tua. Konsepnya
ialah konsumen tidak perlu memesan mengantri melalui kasir, konsumen bisa
langsung memesan di mejanya memakai tab yang sudah disediakan. Disana konsumen
dapat melihat menu, harga, memesan dan cara pembuatannya. Selain untuk memesan
melalui tab, di tab tersebut konsumen juga dapat digunakan untuk browsing. Lalu, gayo coffee juga membuat member card agar terjadi keterikatan dengan konsumen. Keuntungan
dari mempunyai member card ialah
mendapatkan discount 10% dan dapat membayar menggunakan member card dengan cara
swipe kartu secara langsung di tab
jadi konsumen tidak perlu buang waktu untuk kekasir dan membayar. Selain itu,
bila konsumen ingin berjalan-jalan terlebih dahulu dan bosan menunggu kopinya belum
jadi, konsumen akan diberikan alat yang apabila kopinya sudah jadi akan
berbunyi sehingga konsumen tau kalau kopinya sudah jadi.
![]() |
| Lady in Red |
Barista yang bekerja di gayo coffee ialah mahasiswa-mahasiswa yang bekerja part-time. Ia memilih mahasiswa agar dapat memikat pengunjung lebih banyak, menurutnya mahasiswa dapat mempromosikan teman-temannya untuk datang ke sana, mahasiswa juga lebih memiliki pendidikan sehingga tidak susah untuk mengajarkan mereka bagaimana cara melayani konsumen dengan benar dan tanggung jawabnya pasti akan lebih tinggi daripada yang tidak berpendidikan.
Cara memasarkan gayo coffee ini, pemilik mengiklankan ke
radio-radio seperti hard rock, selain
itu ketika buka di pondok indah mal memasang spanduk didepan dan didalam mal.
Lalu, gayo coffee juga membuat social
media facebook, twitter dan instagram,
agar konsumen dapat selalu update
mengenai gayo coffee selain
itu di social media bisa juga berkomentar apa saja kekurangan dari gayo coffee tersebut.
Gayo coffee
memang lebih menargetkan untuk remaja kelas A, karena ia melihat dari pesaing
rata-rata didatangkan oleh remaja. Kebanyakan remaja datang di weekend, kalau weekdays banyak orang tua yang datang untuk arisan atau meeting.
Selama ini gayo coffee
belum mendapatkan komplen yang sangat kritikal, hanya sebatas tidak adanya lagu
di dalam coffee shop, lalu kursinya kurang empuk sehingga tidak enak untuk
duduk berlama-lama. Komplen-komplen seperti itu langsung ditangani oleh Pak
Thomas, ia langsung memasang lagu di tokonya dan merubah kursi agar lebih
nyaman lagi. Pak Thomas memang menginginkan yang terbaik, sehingga konsumen
nyaman, puas, dan menjadi pelanggan yang loyal terhadap brand dari gayo coffee.
Pengunjung:
| Bapak Eddy |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar